Konsumen yang mencari kemurnian dalam pola makan mereka—baik karena alasan kesehatan, agama, atau etika—menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mengidentifikasi bahan-bahan yang berasal dari hewan. Pelabelan tradisional sering kali gagal, terutama untuk makanan olahan, matriks kompleks seperti gelatin, atau komponen jejak. Kebutuhan akan metode deteksi yang tepat kini semakin besar.
Produksi pangan modern melibatkan rantai pasokan yang rumit di mana bahan-bahan hewani bisa muncul secara tidak terduga. Identifikasi spesies yang akurat mengatasi beberapa permasalahan utama:
Metode konvensional seperti ELISA atau mikroskop mampu mengatasi protein terdenaturasi dalam makanan olahan. Pengujian berbasis DNA telah muncul sebagai standar emas karena stabilitas materi genetik. Namun, tantangan tetap ada pada matriks yang kompleks dan konsentrasi DNA yang sangat rendah.
Teknologi PCR real-time yang mutakhir kini memungkinkan deteksi DNA hewan pada tingkat sensitivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sistem ini dapat secara bersamaan mengidentifikasi beberapa spesies dalam satu pengujian, bahkan dalam sampel yang menantang seperti gelatin, perasa, atau bubuk kaldu.
Keuntungan utama meliputi:
Sistem deteksi modern menawarkan solusi yang ditargetkan:
Deteksi Spesies Mamalia:Berfokus pada identifikasi DNA babi, sapi, dan kuda—penting untuk kepatuhan beragama dan verifikasi keaslian makanan.
Deteksi Unggas:Dirancang khusus untuk mengidentifikasi DNA ayam dan kalkun pada tingkat sensitivitas 1ppm, memastikan keakuratan klaim vegetarian dan persyaratan halal tertentu.
Metode deteksi tingkat lanjut ini mendukung banyak sektor:
Teknologi ini mewakili kemajuan signifikan dalam transparansi pangan, yang memungkinkan perusahaan memenuhi ekspektasi konsumen yang terus berkembang dan persyaratan peraturan untuk pengungkapan bahan-bahan.
Kontak Person: Mr. Huang Jingtai
Tel: 17743230916